FASILITAS
Jakarta, 29-08-2025 – Dalam rangka meningkatkan komunikasi dan pengawasan dengan pelaku usaha, Bea Cukai melalui dua unit vertikal di bawahnya, yaitu Bea Cukai Pekanbaru dan Bea Cukai Jember melaksanakan Customs Visit Customer (CVC) kepada perusahaan di bawah unit pengawasan masing-masing.
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, mengungkapkan bahwa program CVC bertujuan menjalin sinergi yang lebih erat antara Bea Cukai dan pelaku usaha, melalui peninjauan langsung terhadap proses bisnis, evaluasi kepatuhan terhadap peraturan kepabeanan, serta dialog terbuka mengenai hambatan dan peluang kerja sama ke depan.
“Dengan melakukan pendekatan langsung ke lapangan, Bea Cukai ingin memastikan bahwa fasilitas yang diberikan telah dimanfaatkan secara optimal, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan ekspor nasional,” ujar Budi.
Kegiatan CVC dilaksanakan Bea Cukai Pekanbaru ke PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) dan Pelindo Perawang pada Rabu (20/08). PT IKPP adalah produsen pulp dan kertas yang berlokasi di Perawang, Riau, yang memanfaatkan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) dari Bea Cukai. Sementara itu, Pelindo Perawang merupakan pelabuhan peti kemas strategis di wilayah Riau yang berfungsi sebagai simpul logistik utama, khususnya untuk kegiatan ekspor-impor industri.
Melalui kunjungan ini, Bea Cukai Pekanbaru menegaskan komitmennya dalam membangun kemitraan strategis yang seimbang antara pengawasan dan pelayanan. Dengan mendatangi langsung pelaku usaha, Bea Cukai tak hanya menjamin kepatuhan, tetapi juga mendorong peningkatan produktivitas dan efisiensi logistik. Sinergi seperti ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem industri dan perdagangan yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan.
Selain itu, kegiatan CVC juga dilaksanakan oleh Bea Cukai Jember pada Rabu (13/08) ke PT Pertamina Patra Niaga di Pelabuhan Kalbut, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo, sekaligus ke sejumlah perusahaan penerima fasilitas KITE, yaitu PT Panca Mitra Multiperdana dan PT Tri Mitra Makmur.
Dalam pertemuan dengan Pertamina Patra Niaga, kedua pihak membahas potensi penerimaan dari sektor impor gas pada tahun 2025, serta meninjau berbagai kendala yang dihadapi selama proses kepabeanan di tahun 2024. Sebagai perusahaan dengan kontribusi bea masuk dan pajak dalam rangka impor (PDRI) terbesar di wilayah pengawasan Bea Cukai Jember, Pertamina Patra Niaga menjadi mitra strategis dalam mendukung penerimaan negara.
Sementara itu, dalam kunjungan ke perusahaan penerima fasilitas KITE, Bea Cukai Jember menampung masukan dan permasalahan yang disampaikan oleh pelaku usaha, termasuk dampak yang mungkin timbul sehubungan dengan kondisi perdagangan internasional saat ini. Permasalahan yang belum terselesaikan di tingkat lokal akan diidentifikasi untuk kemudian diekskalasi ke tingkat lebih tinggi agar ditemukan solusi terbaik.
Budi menegaskan bahwa CVC merupakan bagian dari komitmen Bea Cukai sebagai fasilitator perdagangan dan pengawas yang aktif mendukung industri nasional. “Sebagai program rutin, CVC berperan penting dalam memberikan ruang dialog antara Bea Cukai dan pelaku usaha. Dengan adanya komunikasi dua arah, diharapkan perusahaan dapat terus berkembang menjadi pusat perdagangan yang tangguh di tengah tantangan global,” pungkasnya.