PENERIMAAN
Malang (23/07/2018) – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) di lingkungan Jawa Timur tepatnya di wilayah Malang Raya, bersinergi dalam rangka mengoptimalisasi penerimaan negara dari sektor Pajak, Bea Masuk, Bea Keluar, dan Cukai. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Kick-Off Secondment (pertukaran pegawai) DJP dan DJBC di aula Djuanda Kementerian Keuangan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia.
Bertempat di aula Kantor Bea Cukai Malang pada tanggal 16 Juli 2018, Rudy Hery Kurniawan selaku Kepala Bea Cukai Malang menyambut kedatangan rekan-rekan secondee dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Malang sekaligus membuka secara resmi secondment antara KPPBC Tipe Madya Cukai Malang dengan KPP Madya Malang. Dalam sambutannya, Rudy HK menyampaikan bahwa sinergi antara DJBC dengan DJP sangat diperlukan salah satunya untuk mencapai target penerimaan negara yang tidak sedikit mengingat wilayah Malang Raya merupakan salah satu tempat strategis yang ada di wilayah Jawa Timur.
Kegiatan secondment atau pertukaran pegawai ini akan berlangsung selama 2 (dua) bulan ke depan sehingga dalam periode tersebut secondee dari Bea Cukai Malang akan bertugas di KPP Madya Malang begitupun secondee dari KPP Madya Malang akan bertugas di Bea Cukai Malang. Para secondee akan mempelajari proses bisnis di bidang Perpajakan, Kepabeanan dan Cukai dan akan dilakukan kerjasama berupa Joint Analysis, Joint Visit, Joint Operation dan bentuk kerjasama lainnya dalam rangka pengamanan penerimaan perpajakan, kepabeanan, dan cukai.
Selama satu minggu setelah Kick-Off Secondment, secondee KPP Madya Malang telah melakukan beberapa kegiatan bersama (joint operation) dengan petugas Bea Cukai Malang, antara lain: mengikuti proses penyegelan barang kena cukai yang akan diekspor di PT Gudang Baru Berkah, kemudian mengunjungi Kawasan Berikat milik PT Bentoel Group, serta mengikuti kegiatan pemusnahan barang kena cukai di PT Hijau Alam Nusantara di Mojokerto.
“Joint Program ini merupakan bentuk sinergi dan koordinasi dengan tujuan untuk saling memahami budaya, tugas dan fungsi, tanggung jawab bahkan pemikiran dan kebiasaan dari masing-masing institusi tidak lain tidak bukan demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” pungkas Rudy HK.