29 Agustus 2025
Bea Cukai Denpasar Dukung Penuh Program Desa Devisa Hortikultura Bali 2025

Bea Cukai Denpasar Dukung Penuh Program Desa Devisa Hortikultura Bali 2025

PELAYANAN

Dongkrak Ekspor Nasional, Bea Cukai Jalin Sinergi dengan Berbagai Pihak


Jakarta, 28-08-2025 – Bea Cukai melalui unit-unit vertikalnya di berbagai daerah terus memperkuat sinergi dengan sejumlah pihak guna mendukung peningkatan ekspor nasional. Upaya ini dilakukan melalui berbagai kegiatan pendampingan, pelatihan, serta pemberian layanan konsultasi yang melibatkan UMKM dan komunitas desa di sejumlah daerah.

Kasubdit Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, menyatakan bahwa sinergi lintas lembaga menjadi kunci dalam mengakselerasi pertumbuhan ekspor nasional. “Bea Cukai berkomitmen untuk selalu hadir mendukung pelaku usaha di berbagai daerah agar lebih siap memasuki pasar global. Melalui kerja sama dengan instansi pemerintah, lembaga keuangan, dan pihak swasta, kami berharap produk-produk lokal semakin berdaya saing di kancah internasional,” ujarnya.

Bea Cukai Denpasar, pada Jumat (15/08) mengambil bagian dalam kegiatan Pendampingan Desa Devisa Hortikultura Bali Tahun 2025, program inisiatif Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Program ini bertujuan menciptakan ekosistem ekspor berbasis komunitas desa dengan memperkuat kapasitas petani hortikultura. Dalam kegiatan yang berlangsung di Bali tersebut, Bea Cukai Denpasar memberikan sosialisasi terkait prosedur ekspor, dokumen yang diperlukan, serta fasilitas kepabeanan. Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi antara Kanwil DJKN Bali Nusra, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Bea Cukai Denpasar, dan LPEI.

Di Aceh, Bea Cukai Lhokseumawe menggelar Sosialisasi Pengetahuan Ekspor secara daring pada Kamis (21/08), dengan tema “Membuka Peluang Pasar Internasional dengan Data Ekspor yang Berkualitas dan Pemahaman Incoterms yang Tepat.” Acara ini menghadirkan Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kanwil Bea Cukai Aceh, Asral Efendi serta dibuka oleh Kepala Kantor Bea Cukai Lhokseumawe, Agus Siswadi. Dalam paparannya, Asral menekankan pentingnya data ekspor yang berkualitas dan pemahaman Incoterms 2020 agar UMKM tidak dirugikan dalam negosiasi internasional. Sementara itu, Agus Siswadi menegaskan bahwa Bea Cukai siap menjadi mitra strategis UMKM, serta menyoroti potensi ekspor melalui Pelabuhan Krueng Geukuh dan rencana jalur pelayaran Lhokseumawe-Penang.

Komitmen serupa juga ditunjukkan oleh Kanwil Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan dalam Kegiatan Pelatihan UMKM Ekspor Sulawesi Selatan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan pada Rabu (20/08). Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Hubungan Masyarakat Bea Cukai Sulbagsel, Cahya Nugraha menjadi narasumber pada Talkshow Regulasi Ekspor bersama Badan Karantina. Ia memberikan penjelasan mengenai regulasi dan prosedur ekspor, mulai dari penyusunan dokumen hingga mekanisme pelepasan barang ke luar negeri. Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari LPEI, BNI, Mandiri, dan Asuransi, dengan tujuan memberdayakan UMKM agar lebih memahami akses pembiayaan, regulasi, serta peluang ekspor.

Tidak hanya itu, Bea Cukai Makassar juga turut berpartisipasi dalam Makassar Trade Expo Tahun 2025 yang digelar Disperindag Kota Makassar pada 23–24 Agustus 2025 di Trans Studio Mall Makassar. Pada kegiatan yang dibuka oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, Bea Cukai Makassar menghadirkan layanan konsultasi kepabeanan dan cukai bagi pengunjung. Hal ini menjadi bentuk dukungan nyata dalam mendorong UMKM Kota Makassar agar semakin berdaya saing dan berkontribusi dalam peningkatan perekonomian daerah.

Budi kembali menegaskan bahwa dukungan Bea Cukai tidak hanya sebatas regulasi, tetapi juga pendampingan yang berkelanjutan. “Kami ingin memastikan bahwa UMKM dan komunitas desa di seluruh Indonesia dapat berkembang menjadi eksportir andal. Dengan sinergi dan kolaborasi yang kuat, kami yakin ekspor nasional dapat terus meningkat dan berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya.